Opini: Ikatan Alumni, Lebih Dari Organisasi Arisan ?

Juli 22, 2007 at 7:57 am 2 komentar

Menjadi alumni sebuah almamater yang terkenal, bergengsi dan berprestasi tentu memberi kebangaan sendiri bagi alumnusnya. Secara tidak sadar akan ada rasa bangga bila memasang stiker di mobil berupa logo atau lambang tempat sekolah atau kuliah dulu. Ditambah lagi kalau “bekas” tempat belajar kita akhirnya ditaburi oleh bintang-bintang orang beken, entah itu bintang sinetron, bintang Indonesian Idol, bintang politik, bintang pengusaha sukses, bintang menteri atau segala macam yang top-top lah.  

Rasa bangga itu pasti akan selalu meng-haru biru dalam perasaan. Padahal belum tentu lawan bicara kita bisa merasa apa yang sedang berkecamuk dalam hati kita bila kita adalah alumnus dari sekolah itu.                                        

Rasa Pesimis 

Di Kongres I SMAnSA Makassar yang diadakan di Hotel Clarion (9/11/06) sempat terlontar nada pesimis dari salah seorang peserta kongres. Mungkin rasa pesimis itu timbul setelah melihat serunya perdebatan suatu bab dalam AD/ART yang dibahas. Bahkan sampai-sampai terjadi debat-kusir. Ia pun menginterupsi dan mengeluarkan pernyataan bahwa untuk apalah ngotot-ngototan seperti itu, toh organisasi seperti ini hanya sedikit lebih tinggi levelnya dari arisan.  

Pernyataan itu menggugah nurani saya, dan bertanya dalam hati, benarkah organisasi semacam IKA lebih sedikit dari sekedar arisan ?. Kalau pengertian arisan yang dimaksud orang tersebut sama seperti kebanyakan orang yaitu tempat kumpul-kumpul yang umumnya dilakukan oleh ibu-ibu “kurang kerjaan” untuk bicara ngorol-ngidul, gossip sana-sini, abis itu pamer barang baru, bla..bla..bla sampai siapa yang menang arisan dan  disepakati di mana arisan berikutnya, maka itu sungguh suatu ironi. 

Lalu, akankah IKA SMAnSA demikian? Jawabnya tentu tidak. Namun, bila tidak ingin dicap sebagai organisasi yang sedikit di atas organisasi arisan, maka perlu pengurus IKA SMAnSA untuk memikirkan dan mewujudkan sebuah organisasi yang sesuai dengan amanah Kongres I yang tertuang dalam AD/ART yang di mana tersirat keinginan untuk menghasilkan suatu karya, adanya  partisipasi dan kontribusi positif bagi alumni & masyarakat, serta inovasi yang terbaru bagi kemaslahatan orang banyak.                                                

Tiga Motivasi 

Setidaknya ada tiga hal yang dapat menjadi motivasi sebuah ikatan alumni itu didirikan.

Pertama :  Silaturahmi. Hal yang paling indah adalah mengenang masa-masa “suka-duka” belajar di sekolah. Dulu waktu SMA,  tentu akan sangat indah mengenang segala kekonyolan, keluguan, dan segala macam kisah buruk maupun kisah indah.  Kalau lagi kongkow-kongkow sama teman-teman Se-SMA dulu, obrolan akan seru dan berubah jadi gelak tawa (sangat bagus untuk menghilangkan kepenatan habis pulang kerja) bila menceritakan kisah lucu & konyol  dari seorang teman. Kelucuan cerita-cerita konyol  itu sampai-sampai membuat kita sakit perut.  Bahkan saking lucunya bisa mengeluarkan air mata.  

Silaturahmi atau penulis membahasakannya merajut kembali persahabatan dan pertemanan yang mungkin sedang renggang, karena waktu dan jarak yang sempat memisahkan. Tidak jarang dari  di event yang IKA adakan, banyak alumni yang baru  bertemu kembali dengan teman yang sudah hampir 10 tahun bahkan 25 tahun tidak ketemu. 

Kedua : Ajang untuk beraktualisasi diri. Aktualisasi dalam arti memberi kontribusi kepada sesama sebagai wujud kepedulian atas suatu hal. Contohnya, mengadakan bakti sosial & semacamnya. Kegiatan bakti sosial tersebut adalah wujud rasa ingin  mengabdi untuk kebaikan masyarakat. Berbagi ilmu, berbagi materi sebagai rasa syukur kepada Allah SWT dan berbagi lainnya .

Tentunya ada kesenangan, kegembiraan,  keceriaan, serta suatu Kebahagiaan tersendiri kalau bersama teman-teman belajar kita dulu dan se-almamater dengan kita, bisa bersama-sama berbuat baik kepada masyarakat banyak.  

Ketiga: Mencari peluang dan berbagi Kepentingan.  Motivasi ini akan sering muncul dari suatu yang namanya organisasi. Entah itu kepentingan yang bermotif ekonomi (materi), politik, meningkatkan karir, kesempatan untuk belajar, dan kepentingan lainnya. Inilah yang sering menimbulkan konflik dalam organisasi (conflict of interest).  Namun jika dilihat dari sisi positif, kalau semua kepentingan itu dapat kita sinergikan, sehingga menciptakan sebuah peluang bisnis yang win-win, maka mengapa tidak ?  

Uraian tadi adalah peluang yang bisa kita ciptakan dari sebuah organisasi ikatan alumni. Tentu, untuk mewujudkan tidaklah mudah. Hal yang paling berat adalah bagaimana meng-organizingnya. Belum tentu ada  yang mau action untuk mewujudkannya. Maklum setiap anggota tentu punya prioritas utama dalam hidupnya.

Mereka sudah punya jadwal tersendiri, sehingga sangat dimaklumi jika ada anggota yang aktif, pasif, dan sekedar sebagai penggembira. Tapi itulah dinamika organisasi. Diperlukan suatu keahlian yang bagus, Good Leadership, Good Management Skill, Time Management yang excellent, dan yang paling penting adalah adanya saling pengertian, toleransi dan kedisiplinan bagi anggotanya, mengingat organisasi ini merupakan organisasi nirlaba yang lebih banyak nilai sosial dan pendidikannya dibanding motif ekonomi.   

Bagaimana pun juga, tentu setiap orang ingin yang terbaik baik organisasinya. Tentu kita tidak akan mau bergabung pada sebuah organisasi yang NATO (No Action Talk Only) karena itu akan wasting time.  Selamat berorganisasi. Sukses IKA SMAnSA Makassar ! (*)

Oleh: Andi M Nur Bau Massepe, SE,MM

Penulis adalah alumni angkatan 1996 dan Wakil Sekretaris Bidang Infokom IKA SMAnSA Makassar

Entry filed under: paraikatte. Tags: .

Berita Duka Diskriminasi beragama di SMANSA

2 Komentar Add your own

  • 1. bukumerah  |  Desember 25, 2007 pukul 4:59 am

    Boleh pinjam artikelnya, untuk jadi bahan pemikiran panitia alumni sma saya?

    Balas
  • 2. Moele(alumni02)  |  Juli 5, 2008 pukul 9:40 am

    lalu, jika sejak oktober 2007 blog ini tidak pernah di update dan tak pernah terdengar lagi kegiatan yang dilakukan sejak selesainya reuni akbar, lalu dimana dapat dilihat eksistensi dari IKA Smansa ini??????

    Bagaimana pun juga, tentu setiap orang ingin yang terbaik baik organisasinya. Tentu kita tidak akan mau bergabung pada sebuah organisasi yang NATO (No Action Talk Only) karena itu akan wasting time. Selamat berorganisasi. Sukses IKA SMAnSA Makassar

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


TANGGALAN

Juli 2007
S S R K J S M
« Mei   Sep »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

PENGUNJUNG

  • 44,540 hits

Musikku


%d blogger menyukai ini: