HALAL BI HALAL IKA SMAnSA MAKASSAR DAN PENGUKUHAN PENGURUS TAMATAN
GRAHA PENA MAKASSAR, 10-10-08
Mau lihat foto-foto yang lain bagaimana kemeriahan acara ini ?
silahkan ke halaman KEGIATAN PENGURUS
Add comment Oktober 15, 2008
KEGIATAN TAMATAN 86
HALAL BI HALAL
ACARA : BUKA PUASA BERSAMA
WAKTU : 2 SEPT 2008
TEMPAT : JL. H. BAU 16 MAKASSAR (TUAN RUMAH : LISA KALLA)
GAMBAR :
Add comment September 16, 2008
KEGIATAN TAMATAN 93
ACARA : BUKA PUASA BERSAMA
WAKTU : 6 september 2008
TEMPAT : PHOENAM (BOULEVARD)
GAMBAR :
1 comment September 16, 2008
JELANG RAMADHAN TAMATAN 81
ACARA : DZKIR BERSAMA IKA SMAnSA MAKASSAR
WAKTU : 30 AGT 2008
TEMPAT : MASJID NUR ILHAM SMANSA 81 (Rusunawa Tanjung)
GAMBAR :
Add comment September 16, 2008
alumni smansa 86 akan reuni
Tulisan ini kami ambil dari milis smansa BWK53@yahoogroups.com (klik disini)
di posting oleh Sdr. Umar Mansyur seorang alumni smansa tahun 86
Bagi pembaca yang angkatan 86 atau memiliki kolega, sanak saudara, rekan alumni smansa 86 (penyebutan tahun kelulusan) mohon di forwardkan berita ini. Terima Kasih. Moderator. (divisi Infokom. Noer BM)
—————
Add comment Agustus 20, 2008
Diskriminasi beragama di SMANSA
Dikutip dari portal berita panyingkul.com
| Budi yang Mendamba Toleransi Agama :: Budi Parabang :: |
|
|
| Nama saya Budi Parabang, tapi teman-teman sering memanggil saya dengan sebutan Gendu’. Mungkin karena bentuk tubuh saya yang tergolong gendut. Saya adalah bungsu dari 3 bersaudara. Umur saya 16 tahun dan saat ini sedang menuntut ilmu di SMA Negeri 1 Makassar atau yang lebih dikenal dengan Smansa. Setelah berjuang selama setahun akhirnya saya bisa duduk di kelas IPA, tepatnya di kelas XI IPA 4. Saya adalah salah seorang penganut agama Kristen Advent, salah satu agama yang terdengar asing bagi teman-teman saya. Memang populasi kami di Indonesia tergolong sedikit, hanya sekitar 500 jiwa.. Tapi Kristen Advent bukanlah agama lokal melainkan universal atau mendunia.
Dalam Advent, banyak ajaran yang mungkin sedikit berbeda dengan agama Kristen yang lain, namun sebenarnya kami memiliki Alkitab yang sama. Yang membedakan adalah penafsirannya. Advent memiliki banyak larangan, seperti: merokok, minum minuman beralkohol, makan makanan haram(seperti anjing,babi dan sebagainya). Selain itu ada pula hal-hal yang dianjurkan seperti menjadi vegetarian, tidak memakai anting-anting bagi perempuan, serta tidak minum teh dan kopi, sebab berdasarkan hasil riset, dalam kopi terdapat kafein dan di dalam teh terdapat nikotin yang dapat membahayakan tubuh. Para pemuka agama kami selalu menyeru-nyerukan akan hal ini sebab dalam kitab tertulis: “Tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu,maka muliakanlah Allah dengan tubuhmu!”. Atas dasar itulah kami disarankan untuk merawat tubuh dari apapun yang dapat merusaknya. Tapi semuanya itu seolah-olah bukan lagi menjadi beban malah menjadi kebiasaan jika dijalankan dengan sungguh-sungguh. Mungkin sebagian orang akan berpikir betapa susahnya menjalani kehidupan seperti itu, tapi sebenarnya bagi saya pribadi itu bukan hal sulit, karena sejak kecil kami sudah terdidik dengan ajaran seperti itu. Satu hal lagi yang menjadi ciri atau identitas Kristen Advent, yaitu kami beribadah pada hari Sabtu (ber-sabat), bukan hari minggu layaknya Kristen lain. Hari kebaktian kami dikenal dengan Sabat. Sabat terhitung mulai dari matahari tenggelam di hari Jumat sampai pada matahari tenggelam di hari Sabtu. Satu hari itu dikhususkan untuk Tuhan, tiada aktivitas lain kecuali yang berbau rohani. Jadi jika hari Sabat tiba, kami tidak dibenarkan untuk berbelanja, belajar (kecuali belajar dari alkitab), menonton, bahkan memasak. Makanya sebelum Sabat datang, keluarga kami selalu memasak makanan dalam porsi lebih. Sungguh sebuah pemandangan yang cukup kontras dibandingkan dengan teman-teman lain yang setiap hari Sabtu pergi ke sekolah, bukannya ke tempat ibadah. Di Smansa sendiri,penganut agama Kristen Advent cuma 2 orang yang tidak lain saya dan kakak saya, Heri. Kakak saya sekarang duduk di bangku kelas XII dan sedang mempersiapkan diri menghadapi Ujian Akhir Nasional (UAN). Tapi sebetulnya sudah banyak alumni Smansa yang beragama Advent. Sebelum menginjakkan kaki di Smansa, Heri sudah sangat sering bercerita kepada saya tentang keadaan di sekolah itu. Dan sebelum memutuskan mendaftar di Smansa, Heri berkata,“Tidak gampang untuk tetap eksis di Smansa dengan keadaan kita yang seperti ini, dibutuhkan kesabaran dan semangat yang tinggi dan semua keputusan ada di tanganmu. Kamu yang mengambil keputusan artinya kamu harus siap menghadapi segala konsekuensinya.” Dan omongan kakak saya benar-benar saya rasakan sekarang. Saat memasuki bangku kelas X SMU, saya ditempatkan di kelas X-7. Sempat ada kesulitan memberitahu teman-teman tentang keadaan saya yang tidak bisa masuk sekolah setiap hari Sabtu karena harus mengikuti kebaktian di gereja. Awalnya ada beberapa dari mereka memandang sebelah mata keberadaan saya, bahkan tak jarang cerita miring yang mengatakan saya beragama aneh, fanatik, malah ada yang bilang: “Enaknya tidak belajar tiap hari Sabtu”, dan masih banyak lagi. Suatu kali seorang pembimbing bertanya, “Memang sama sekali tidak boleh ke sekolah kah?” Lantas saya menjawab, “Ibadah itu bukan satu hal yang bisa ditunda-tunda Bu.” Selang satu setengah bulan belajar, saya merasa teman-teman mulai menerima keberadaan saya, malah mereka selalu mendukung saya. Misalnya saja untuk pelajaran di hari Sabtu yang tidak saya ikuti, mereka dengan senang hati mau meminjamkan catatan, bahkan mengajari sampai mengerti. Di situlah saya merasa bahwa biarpun kami adalah kaum minoritas bukan berarti kami disisihkan oleh teman-teman. Tapi salah seorang teman kelas di kelas X-7 pernah berkomentar, “Setengah matimu itu tidak masuk kelas setiap hari Sabtu, apalagi kalau ada ulangan! Daripada susah-susah, lebih baik kamu pindah agama. Daripada banyak angka merahmu! Bagaimana?” Namun menurut saya, toleransi tampaknya tak berlaku rata bagi setiap guru. Saya tidak tahu mengapa mereka seolah menutup mata. Dalam lingkungan sekolah, saya merasa kejelasan yang diberikan belum pasti sehingga membuat saya bagaikan anak ayam yang kehilangan induknya, tidak tahu harus berbuat apa. Atas dasar itu saya dan ayah mengurus surat izin dari pihak gereja untuk diberikan kepada Kepala Sekolah dan guru-guru yang mengajar di hari Sabtu. Saat memberikan surat itu kepada Drs Herman Hading Mpd, kepala sekolah saya, ia berkomentar: “Saya pribadi mengizinkan tapi kamu harus bicara dengan guru-gurumu. Juga usahakan tugasmu masuk terus! Soal kehadiran, negosiasikan dengan guru-guru bidang studimu.” Lantas saya pun menghubungi guru-guru saya satu persatu. Namun yang saya dapatkan dari mereka hanya komentar yang tidak jelas arahnya. Saya sungguh merasa stres saat itu apalagi ada mata pelajaran yang cuma ada di hari Sabtu, seperti Sejarah dan Kesenian. Akhirnya saya memutuskan melupakan itu semua dan membuat kebijakan sendiri dalam artian tidak memikirkan pelajaran di hari Sabtu. Dan bisa ditebak apa yang terjadi, pada saat pembagian rapor di akhir semester 1, ada 2 mata pelajaran yang mendapat nilai merah. Ayah saya marah besar saat itu. Guru-guru saya memang mengizinkan saya beribadah tapi tidak memberikan solusi yang baik untuk nilai-nilai saya. Contohnya saja, saya pernah disuruh guru kesenian untuk memperbaiki nilai-nilai saya yang merah lantaran tugas-tugas saya tidak pernah masuk di hari Sabtu dengan membeli buku yang harganya lebih Rp200.000. Saya tidak tahu buku apa yang bisa semahal itu karena saya hanya disuruh menyetor uang dan guru saya sendiri yang membelinya. Tapi setelah nilai saya keluar di rapor, saya tetap saja mendapat nilai merah tepatnya 27.
Akhirnya di semester 2 saya mencoba memperbaiki kesalahan. Saya mulai menyetor tugas-tugas dan mulai aktif mencari guru saya. Namun sedikit susah menemui guru bidang studi yang mengajar di hari Sabtu untuk meminta tugas-tugas tambahan.Tapi akhirnya saya bisa melewati itu semua dan nilai saya membaik di saat penerimaan rapor di semester 2. Akhirnya saya bisa juga naik ke kelas XI dan masuk ke kelas IPA setelah melewati penjaringan yang ketat. Tapi saya menemukan kendala baru di kelas XI ini. Masih ada seorang guru yang sama sekali tidak mau memberikan sedikit kelonggaran beribadah di hari Sabtu. Begitu mengetahui bahwa saya adalah seorang penganut Kristen Advent, guru itu pun memanggil saya dan berkata: “Jadi setiap hari Sabtu Anda tidak masuk dalam kelas saya? Wah, bagaimana itu? Kalau saya sendiri tidak bisa memberikan izin karena kehadiran Anda nanti akan sangat jauh di bawah standar kehadiran! Ini bukan sekolah agama, ini sekolah umum! Tapi nantilah saya bicarakan lagi dengan kepala sekolah.” Saya pun hanya terdiam mendengar hal itu dan langsung kembali ke tempat duduk. Tapi di tempat duduk saya termenung dan berkata dalam hati: “Saya kira Indonesia adalah negara yang rakyatnya bebas memeluk agama dan beribadah sesuai agama yang dianutnya. Namun sekarang ini saya merasa hal itu tak berlaku terhadap saya. Saya merasa terdiskriminasikan.”Tapi saya terus berdoa di kamar saya agar suatu saat diberikan kelonggaran oleh guru tersebut. Heri kakak saya yang duduk di kelas XII, sekarang sedang mengurus surat izinnya juga dan kami sama-sama berharap bahwa kami bisa terus belajar sambil menjalankan ibadah sesuai agama yang kami anut. Di sekolah ini saya mendapat banyak pelajaran hidup yang tidak pernah saya dapatkan di SD dan SMP dulu.Sewaktu SD, saya bersekolah di SD Advent begitupun SMP, saya bersekolah di SMP Advent yang bernaung di satu yayasan yang sama yaitu Yayasan Pendidikan Advent Durian Makassar. Letaknya juga masih dalam suatu kawasan yang sama. Dulu di sana, setiap Sabtu kami di liburkan. Ya jelaslah! Namanya juga sekolah Advent. Jadi saya dengan leluasa ke gereja dan beribadah bersama keluarga. Hingga saat ini saya berharap guru-guru saya bisa membuat kebijakan yang berpihak pada kami. Kebijakan yang memberikan izin lebih mudah sehingga tidak usah mengurus surat izin tiap semester, bahkan setiap perubahan jadwal pelajaran hari Sabtu serta dapat memberikan solusi yang terbaik bagi nilai-nilai kami. Sehingga saya tidak lagi merasa tersisihkan. Meskipun kami kaum minoritas bukan berarti kami tidak punya hak yang sama layaknya siswa lain. (p!) *Budi Parabang dapat dihubungi melalui email aldi_atarashi@yahoo.com |
Divisi INFOKOM, IKASMANSA.
4 comments September 26, 2007
Opini: Ikatan Alumni, Lebih Dari Organisasi Arisan ?
Menjadi alumni sebuah almamater yang terkenal, bergengsi dan berprestasi tentu memberi kebangaan sendiri bagi alumnusnya. Secara tidak sadar akan ada rasa bangga bila memasang stiker di mobil berupa logo atau lambang tempat sekolah atau kuliah dulu. Ditambah lagi kalau “bekas” tempat belajar kita akhirnya ditaburi oleh bintang-bintang orang beken, entah itu bintang sinetron, bintang Indonesian Idol, bintang politik, bintang pengusaha sukses, bintang menteri atau segala macam yang top-top lah.
Rasa bangga itu pasti akan selalu meng-haru biru dalam perasaan. Padahal belum tentu lawan bicara kita bisa merasa apa yang sedang berkecamuk dalam hati kita bila kita adalah alumnus dari sekolah itu.
Rasa Pesimis
Di Kongres I SMAnSA Makassar yang diadakan di Hotel Clarion (9/11/06) sempat terlontar nada pesimis dari salah seorang peserta kongres. Mungkin rasa pesimis itu timbul setelah melihat serunya perdebatan suatu bab dalam AD/ART yang dibahas. Bahkan sampai-sampai terjadi debat-kusir. Ia pun menginterupsi dan mengeluarkan pernyataan bahwa untuk apalah ngotot-ngototan seperti itu, toh organisasi seperti ini hanya sedikit lebih tinggi levelnya dari arisan.
Pernyataan itu menggugah nurani saya, dan bertanya dalam hati, benarkah organisasi semacam IKA lebih sedikit dari sekedar arisan ?. Kalau pengertian arisan yang dimaksud orang tersebut sama seperti kebanyakan orang yaitu tempat kumpul-kumpul yang umumnya dilakukan oleh ibu-ibu “kurang kerjaan” untuk bicara ngorol-ngidul, gossip sana-sini, abis itu pamer barang baru, bla..bla..bla sampai siapa yang menang arisan dan disepakati di mana arisan berikutnya, maka itu sungguh suatu ironi.
Lalu, akankah IKA SMAnSA demikian? Jawabnya tentu tidak. Namun, bila tidak ingin dicap sebagai organisasi yang sedikit di atas organisasi arisan, maka perlu pengurus IKA SMAnSA untuk memikirkan dan mewujudkan sebuah organisasi yang sesuai dengan amanah Kongres I yang tertuang dalam AD/ART yang di mana tersirat keinginan untuk menghasilkan suatu karya, adanya partisipasi dan kontribusi positif bagi alumni & masyarakat, serta inovasi yang terbaru bagi kemaslahatan orang banyak.
Tiga Motivasi
Setidaknya ada tiga hal yang dapat menjadi motivasi sebuah ikatan alumni itu didirikan.
Pertama : Silaturahmi. Hal yang paling indah adalah mengenang masa-masa “suka-duka” belajar di sekolah. Dulu waktu SMA, tentu akan sangat indah mengenang segala kekonyolan, keluguan, dan segala macam kisah buruk maupun kisah indah. Kalau lagi kongkow-kongkow sama teman-teman Se-SMA dulu, obrolan akan seru dan berubah jadi gelak tawa (sangat bagus untuk menghilangkan kepenatan habis pulang kerja) bila menceritakan kisah lucu & konyol dari seorang teman. Kelucuan cerita-cerita konyol itu sampai-sampai membuat kita sakit perut. Bahkan saking lucunya bisa mengeluarkan air mata.
Silaturahmi atau penulis membahasakannya merajut kembali persahabatan dan pertemanan yang mungkin sedang renggang, karena waktu dan jarak yang sempat memisahkan. Tidak jarang dari di event yang IKA adakan, banyak alumni yang baru bertemu kembali dengan teman yang sudah hampir 10 tahun bahkan 25 tahun tidak ketemu.
Kedua : Ajang untuk beraktualisasi diri. Aktualisasi dalam arti memberi kontribusi kepada sesama sebagai wujud kepedulian atas suatu hal. Contohnya, mengadakan bakti sosial & semacamnya. Kegiatan bakti sosial tersebut adalah wujud rasa ingin mengabdi untuk kebaikan masyarakat. Berbagi ilmu, berbagi materi sebagai rasa syukur kepada Allah SWT dan berbagi lainnya .
Tentunya ada kesenangan, kegembiraan, keceriaan, serta suatu Kebahagiaan tersendiri kalau bersama teman-teman belajar kita dulu dan se-almamater dengan kita, bisa bersama-sama berbuat baik kepada masyarakat banyak.
Ketiga: Mencari peluang dan berbagi Kepentingan. Motivasi ini akan sering muncul dari suatu yang namanya organisasi. Entah itu kepentingan yang bermotif ekonomi (materi), politik, meningkatkan karir, kesempatan untuk belajar, dan kepentingan lainnya. Inilah yang sering menimbulkan konflik dalam organisasi (conflict of interest). Namun jika dilihat dari sisi positif, kalau semua kepentingan itu dapat kita sinergikan, sehingga menciptakan sebuah peluang bisnis yang win-win, maka mengapa tidak ?
Uraian tadi adalah peluang yang bisa kita ciptakan dari sebuah organisasi ikatan alumni. Tentu, untuk mewujudkan tidaklah mudah. Hal yang paling berat adalah bagaimana meng-organizingnya. Belum tentu ada yang mau action untuk mewujudkannya. Maklum setiap anggota tentu punya prioritas utama dalam hidupnya.
Mereka sudah punya jadwal tersendiri, sehingga sangat dimaklumi jika ada anggota yang aktif, pasif, dan sekedar sebagai penggembira. Tapi itulah dinamika organisasi. Diperlukan suatu keahlian yang bagus, Good Leadership, Good Management Skill, Time Management yang excellent, dan yang paling penting adalah adanya saling pengertian, toleransi dan kedisiplinan bagi anggotanya, mengingat organisasi ini merupakan organisasi nirlaba yang lebih banyak nilai sosial dan pendidikannya dibanding motif ekonomi.
Bagaimana pun juga, tentu setiap orang ingin yang terbaik baik organisasinya. Tentu kita tidak akan mau bergabung pada sebuah organisasi yang NATO (No Action Talk Only) karena itu akan wasting time. Selamat berorganisasi. Sukses IKA SMAnSA Makassar ! (*)
Oleh: Andi M Nur Bau Massepe, SE,MM
Penulis adalah alumni angkatan 1996 dan Wakil Sekretaris Bidang Infokom IKA SMAnSA Makassar
2 comments Juli 22, 2007
Berita Duka
Rekan,
Kematian adalah hal yang pasti akan datang.
sekali ajal menjemput, berakhirlah masa kita menjadi khalifah di bumi ini
namun kenangan ketika hidup tidak lah berakhir
dia berumah dengan tenangnya di benak kita
rumah kenangan…
Telah meninggal dunia rekan-rekan terkasih kita dengan tenang:
1. Imelda Ariesta: Alumni Smansa lulus tahun 1994
meninggal di rumah nya di BTN Paropo, Tello pada Rabu sore, 11 Juli 2007
beliau meninggal karena sakit Bronkhitis. Jasad beliau dikebumikan pada tgl 12 Juli 2007.
Ime’, atau Cime’, atau Umpie, begitu kami biasa memanggilnya
adalah kawan yang baek hati, periang dan senang membantu.
Imelda Ariesta juga adalah salah seorang pengurus IKA Smansa 2006-2010, dibawah Departement Organisasi.
2. Riri (Rahma Johari); Alumni Smansa Lulus 1996
Meninggal pada hari Selasa 17 Juli 2007 ba’da Zuhur (waktu setempat) di Makassar.
Rumah duka: Jl. korban 40000 jiwa No 40. Makassar
Mereka berdua adalah sahabat-sahabat kita, yang meninggalkan kenangan demi kenangan yang tak lekang oleh waktu, Insya Allah.
Mohon dimaafkan segala kesalahan mereka, semoga meringankan dan menempatkan mereka di tempat terbaik di sisiNYa, Amin.
Semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi ketabahan menghadapi kedukaan.
Posted by: Rusle on Tuesday, July 17, 2007.
Source: Milis Smansa-mks and bwk53
1 comment Juli 17, 2007
Hayo bergabung di milis Ikasmansamakassar
Ada kabar gembira buat Alumni SMA Negeri 1 Makassar, kini mailing list dari pengurus IKA SManSa Makassar telah hadir.
Bagi Yang tidak ingin ketinggalan informasi seputar kegiatan IKA smansa, dapat mendaftarkan emailnya, di milis ikasmansamakassar.
Bagaimana Cara untuk bergabung di milis ikasmansamakassar@yahoogroups.com
Nah, bagi alumni SMA Negeri 1 Makassar dimana pun berada, untuk bergabung dimilis sangat mudah dan gampang.
o Agar bisa terdaftar ada dua cara; via email Anda atau melalui webmail di
http://groups.yahoo.com/group/ikasmansamakassar (hanya pengguna account/mailnya YAHOO).
o Mendaftar melalui email Anda: kirim email kosong ke
ikasmansamakassar-subscribe@yahoogroups.com .
Tunggu beberapa saat lalui kembali ke
menu inbox Anda, bila mendapat email jawaban dari moderator-ikasmansamakassar,
maka reply kosong email tersebut,. Bila Anda telah mendapat email dengan subjek
¡welcome ikasmansamakassar¡¨ berarti Anda terlah terdaftar.0 Melalui webmail yahoo. Sayang untuk ikut milis ini Anda harus memiliki account
di yahoo dulu. Bila Anda telah ber-account yahoo, tinggal klik di
http://groups.yahoo.com/group/ikasmansamakassar
Masukan User Id dan password seperti
biasa kalau mau akses email. Webmail terbuka, klik joint this groups .
Keuntungan dari webmail Anda dapat melihat email-email yang terdahulu, dan bisa
mengakses file, database, polling dan menu-menu lainnya.
Bila kesulitan mendaftar Anda dapat mengirimkan email Anda ke moderator di
massepe@hotmail.com atau mas_pepeng@yahoo.com
Hp. 081524015578
Selamat bergabung di komunitas Sekolah Terbesar dari Sulawesi Selatan.!!
Salam IKA SmanSA
1 comment Juli 4, 2007
Siapa yang tak kenal Herman Hading
Sosok sang pengabdi kita di edisi pertama ini tentu sudah tidak asing lagi, terutama bagi alumni angkatan 1979 s/d angkatan 2000 dan angkatan 2003 s/d 2006. Drs. Herman Hading, M.Pd atau biasa dipanggil Pak Herman oleh murid-muridnya, seakan telah menjadi ikon di SMA Negeri 1, sekolah terfavorit di Makassar.
Setelah sempat “meninggalkan SMAnSa selama dua tahun dengan menjadi Kepala Sekolah SMA Negeri 13 dari tahun 2000 hingga tahun 2002, Pak Herman akhirnya pada tahun kembali “keasalnya” yaitu ke SMAnSA. Dan pada tahun 2003, Pak Herman dikukuhkan oleh Walikota Makassar untuk menjadi pimpinan sekolah yang didirikan pada tahun 1950 ini. Sejak bergabung menjadi guru SMAnSA pada tahun 1979 hingga sekarang, telah banyak suka maupun duka serta pengalaman berkesan yang Pak Herman lewati. Ketika ROMANSA meminta kepadanya untuk menceritakan pengalaman-pengalaman berkesan- nya selama di SMAnSA, Pak Herman bingung, pengalaman mana yang harus ia ceritakan.
Karena ROMANSA adalah majalah IKA SMAnSA, maka yang beliau ceritakan adalah pengalamannya dalam menghadapi Ketua Umum IKA SMAnSA pada tahun 1982. Pada tahun 1982, Agus Arifin Nu’mang sudah duduk di kelas III. Dari sekian teman-temannya, Agus termasuk siswa kelas III IPA yang “kurang rajin” mengikuti olah raga di Lapangan Karebosi, setiap Hari Kamis, pukul 06.00 pagi.
Saya, selaku guru olah raga merasa kurang senang, karena setiap olah raga harus selalu berteriak “ mana Agus…. mana Agus.” Puncak “ketidaksenangan” dengan ketidakhadiran Agus akhirnya saya tumpahkan kepada Hoist Bakhtiar, yang kebetulan sekelas dengan Agus, dan Hoist sendiri termasuk orang yang rajin. Akhirnya saya buat keputusan, biarpun Hoist hadir mengikuti olah raga, kalau Agus tidak hadir, maka yang dinyatakan alpa adalah Hoist.
Al hasil strategi ini berhasil. Agus pun rajin ikut olah raga. Selain cerita tersebut, yang paling menggemaskan dan mengesankan adalah ketika siswa SMAnSA melakukan konvoi keliling kota Makassar lalu mengajak semua anak sekolah berkelahi, sehingga Kami, selaku gurunya harus berurusan dengan polisi. Sedangkan siswa-siswinya pada ketawa-ketawa. Sungguh, siswa yang bandel, badung, menjengkelkan menggemaskan, tapi sekaligus pintar, cerdas, gaul dan lucu.
Sementara yang paling berkesan bagi ayah dari 3 orang anak ini adalah ketika ada siswa melakukan kenakalan yang cenderung ke arah kekerasan kepada siswa lain, pihak sekolah terpaksa harus memanggil orang tua siswa tersebut untuk konsultasi. Bukannya penyelesaian yang didapat tetapi omelan sekaligus menyalahkan sekolah. Yah, itulah nasib jadi guru, kalau siswanya nakal, bodoh, yang ditanyakan siapa gurunya. Tetapi kalau siswanya pintar, rajin maka yang ada, siapa dulu bapaknya.(*)
Sumber: Majalah IKASMANSA, edisi 1 APril 2007 (dulu sempat bernama ROMANSA)
8 comments Juli 4, 2007
Wali Kelasku, Maafkan Aku
Tahun 1992 saya ditempatkan di kelas III Fisika dua. Atas kepercayaan teman-teman saya ditunjuk menjadi Ketua Kelas. Adapun yang menjadi Wali Kelas kami adalah Bapak Abd. Rahim yang juga mengajar kami pada Mata Pelajaran Fisika. Sebagai Ketua Kelas, saya dituntut untuk membantu wali kelas dalam hal kelancaran proses belajar mengajar, menjaga ketertiban dan keamanan dalam kelas, memelihara keindahan dan kenyamanan kelas, dan berbagai tugas lainnya.
Hari itu usai mengajar, Pak Rahim, panggilan akrab wali kelas kami, memanggil saya kemejanya. “ Nak, tolong carikan gambar wakil presiden kita, tidak bagus dilihat kalau kelas kita, yang ada hanya gambar presiden dan gambar burung garudanya ” ujar beliau dengan suara datar dan tenang kepada saya.
Lalu dengan lugas saya pun menjawab “Baik Pak, kebetulan dana kas kelas kita masih ada dan cukup untuk membeli gambar wakil presiden”. Hari berganti,seminggu berlalu. Gambar wakil presiden lupa saya beli. Usai mengajar, Pak Rahim kembali memanggil saya. Tetap dengan suara datarnya, beliau berkata “ Nak, tolong carikan gambar wakil presiden kita, tidak bagus dilihat kalau kelas kita, yang ada hanya gambar presiden dan gambar burung garudanya ”. Kembali dengan lugas saya menjawab, “ Baik Pak, kemarin saya lupa membelinya”.
Kembali, hari terus berganti, seminggu pun berlalu. Anjuran untuk untuk membeli gambar wakil presiden saya abaikan lagi. Saat usai mengajar, Pak Rahim kembali memanggil saya. Sikap sabar dan tetap dengan suara datarnya, serta tanpa bosan-bosannya, kembali beliau berkata kepada saya dengan kalimat yang persis sama “ Nak, tolong carikan gambar wakil presiden kita, tidak bagus dilihat kalau kelas kita yang ada hanya gambar presiden dan gambar burung garudanya ”.
Dengan tertunduk malu, saya menjawab dengan suara yang hampir tidak terdengar oleh beliau, “ Saya janji Pak, besok gambar wakil presiden sudah ada di kelas kita.
Ah….. entah apa yang ada pada diri saya pada saat itu, lagi-lagi saya tidak membeli gambar wakil presiden. Usai belajar Fisika, saya berkata dalam hati, pasti saya akan dipanggil lagi.
Ternyata perkiraan saya salah. Beliau menghampiri meja saya. “Nak, saat istirahat nanti, tolong temui saya di ruang guru” Kata beliau sesaat sebelum meninggalkan kelas. Saya terheran, Tidak bisa berkata apa-apa. Beberapa pertanyaan berkecamuk di kepala saya. Kenapa pernya-taan beliau beda dengan kemarin-kemarin? akankah beliau memarahi saya ? dihukumkah saya ? dan beribu macam pertanyaan lainnya.
Usai lonceng tanda istirahat berbunyi, saya langsung ke ruang guru menuju meja Pak Rahim.
Setelah mengucapkan salam, beliau langsung berkata “ Nak, cabut saja gambar presiden & gambar burung garuda yang ada di kelas kita. Mungkin akan lebih baik kelihatan dibanding tidak ada gambar wakil presidennya”. Wow, saya suprise dengan pernyataan beliau, sayapun berkata, “baik pak.”. Setelah itu beliaupun menyuruh saya kembali ke kelas. Dasar tidak tahu bahasa sindiran, dengan serta merta saya langsung ke kelas untuk mencabut gambar presiden dan burung garuda tersebut. Al hasil, hingga penamatan sekolah, kelas kami tidak ada gambar presiden dan wakil presidennya.
Kini, setelah 15 tahun berlalu, saya menyadari bahwa kata-kata Pak Rahim di ruang kelas bukan bermaksud untuk benar-benar meyuruh saya mencabut gambar-gambar tersebut, akan tetapi mengajak saya berfikir bahwa jauh lebih baik jikalau kelas kami dihiasi oleh gambar presiden dan wakil presiden dibanding dengan kelas yang kosong melompong tanpa gambar- gambar.
Sejak tamat dari SMAnSA tahun 1993 hingga sekarang, tidak pernah sekalipun saya
bertemu lagi dengan beliau. Saya tidak tahu lagi bagaimana kabarnya. Saya sangat
ingin bertemu dengannya untuk meminta maaf. Karena saya telah menjadi anak yang tidak patuh terhadap orang tuanya. Mudah-mudahan beliau masih sehat dan segar bugar. Saya ingin mencium tangan-nya, merangkulnya dan berbagi cerita dengannya. Kejadian tersebut memberi saya pelajaran berharga untuk tidak memandang remeh danmenggampangkan segala sesuatunya. Selain itu saya sangat ingin belajar dengan sikap kesabaran, ketenangan dan kearifan beliau dalam menghadapi anak-anaknya. Bagi pembaca ROMANSA yang me- ngetahui keberadaan beliau, dapat memberi informasi kepada saya melalui redaksi ROMANSA. Kepada teman-teman sekelas III Fisiska 2, saya rindu dengan canda kalian, rindu dengan kecuekan kalian, dan rindu akan segalanya tentang kalian. Yuk kita belajar lagi di kelas kita III Fisika 2. (*) (ROmansa dulu adalah nama awal mulanya majalah IKASMANSA-redakasi)
Kiriman: Akbar Mangenre Kurusi (alumni smansa 93)
4 comments Juli 4, 2007
PRofil Singkat sang ketua IKA SMANSA
Dear rekan-rekan alumni, mungkin masih banyak yang belum mengenal siapa ketua Umum Ikatan ALumni SMA Negeri 1 Makassar. Berikut ini adalah profile singkat Kakanda Ir.H.Agus Arifin Nu’mang, MS.
Ada kata pepatah; Tak kenal Maka tak SAYANG.
Untuk kedepannya Divisi Infokom akan memuat profile yang lebih detail mengenai sang ketua umum beserta pengurus IKA smansa yang lain.
Profil Ketua Umum Pengurus Pusat IKA SMAnSA Makassar
![]()
Nama : Ir. H. Agus Arfin Nu’mang.,MS
T4/Tgl. Lahir : Makassar, 16 Agustus 1963
Agama : Islam
Jabatan : Ketua DPRD Propinsi Sulawesi Selatan
Hobby : Olah raga, Membaca
Alamat : DR. Ratulangi No. 5 Makassar
Nama Istri : Dr. Ir. Hj. Majdah Agus Arifin Nu’mang, M.Si
Pekerjaan : – Dosen Kopertis Wilayah IX
- Pembantu Rektor II Universitas Islam Makassar
Anak : 1. Qanizah Amaliah Agus
2. Ahmad Rozadhi Agus
3. Ahmad Fauzan Agus
4. Amanda Amaliah Agus
Riwayat Pendidikan
Sekolah Dasar : SD Negeri Pangkajene Sidrap Tamat tahun 1976
SLTP : SMP Negeri 6 Makassar Tamat tahun 1979
SLTA : SMA Negeri 1 Makassar Tamat tahun 1982
Perguruan Tinggi : Sosek Pertanian Unhas Tamat tahun 1988
(S-1)
Perguruan Tinggi : Ekonomi Sumber Daya Tamat tahun 1992
(S-2) Agribisnis Unhas
Riwayat Pekerjaan
Dosen Fakultas Pertanian Unhas Tahun 1988 – 2000
Direktur CV. Raktelindo Merdeka Tahun 1993 – Sekarang
Komisaris PT. Raktelindo Mitratama Tahun 1996 – Sekarang
Anggota DPRD Propinsi Sulawesi Selatan Tahun 1999 – 2004
Anggota DPRD Propinsi Sulawesi Selatan Tahun 2004 – Sekarang
Riwayat Organisasi
Wakil KetuaPD XIX FKPPI Sulawesi Selatan Tahun 1988 – 1994
Sekretaris Dewan Penasehat PD XIX FKPPI Sulsel Tahun 1994 – 1998
Wakil Ketua DPD KNPI TK.I Sulsel Tahun 1991 – 1994
Anggota Dewan Paripurna DHD Angktan 45 Sulsel Tahun 1993 – 1997
Wakil Ketua DPD Ampi TK. I Sulsel Tahun 1993 – 1997
Ketua Biro Pemenangan Pemilu DPD I Partai Golkar Tahun 1993 – 1998
Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Propinsi Sulsel Tahun 1999 – 2004
Sekretaris DPD-1 Partai Golkar Sulsel Tahun 1998 – 2004
Sekretaris DPD-1 Partai Golkar Sulsel Tahun 2004 – 2009
Wakil Ketua DPRD Propinsi Sulsel Tahun 2003 – 2004
Ketua AMPG Propinsi Sulsel Tahun 2004 – 2009
Ketua Pengda Persatuan Gulat Seluruh Indonesia Tahun 2003 – 2007
Propinsi Sulsel
Ketua DPRD Propinsi Sulsel Tahun 2004 – sekarang
Penasehat Fraksi Partai Golkar Tahun 2004 – sekarang
Ketua WANHAT IPWI Propinsi Sulsel Tahun 2005 – 2008
Ketua PERCASI Propinsi Sulsel Tahun 2005 – 2009
Ketua PPM Propinsi Sulsel Tahun 2005 – 2010
Ketua Umum IKA SMAnSA Makassar Tahun 2007 – 2010
(sumber: Majalah IKA SMANSA edisi pertama 2007-Div.INFOKOM)
5 comments Mei 15, 2007
Hadiah Terindah di Ulang Tahun Perak (reuni angkatan 81)
Tahun 2006 adalah tahun yang sangat membahagiakan bagi angkatan 81. Di tahun itu mereka mengenang 25 tahun meninggalkan SMAnSA Makassar. Yang lebih membahagiakan lagi, angkatan 81 mendapat kado yang teramat istimewa di ulang tahun perak mereka. Kado itu tidak akan mungkin di dapat oleh angkatan lain. Sebab kado tersebut mereka peroleh dari seluruh alumni SMAnSA Makassar dalam bentuk RESEPSI REUNI AKBAR SMAnSA Makassar yang baru pertama kalinya diadakan.
Ketua angkatan alumni 81, dr. Anis Irawan Anwar, SpKK didampingi oleh tiga orang alumni 81 lainnya yaitu Ir. H. Achamd Habib, M.Si, Azdirwan, dan Dra. Hj. Selviani Anis (istri dr. Anis) saat ditemui dikediamannya mengungkapkan kesyukurannya
dengan adanya Reuni Akbar SMAnSA, sebab dengan kegiatan Reuni Akbar SMAnSA telah memudahkan bagi angkatan 81 untuk melaksanakan kegiatan 25 tahun alumni 81 SMAnSA Makassar.
Meskipun telah lama direncanakan, namun persiapan dan pematangan acara praktis dimulai sejak tanggal 3 November 2006 atau lima hari sebelum Reuni Akbar SMAnSA. Ide acara diutarakan pertama kali oleh Fatimah Kalla. Dari ide itu tersebut, kemudian diundanglah sesama alumni 81 dengan berbagai cara, yaitu lewat telepon, SMS, bahkan sampai mengiklankannya di koran.
Sistem penyampaiannyapun secara ber-antai. Artinya siapa yang tahu keberadaan alumni 81 maka wajib menghubunginya dan harus mendapat konfirmasi kehadiran. Dari usaha tersebut tercatat 120 orang alumni 81 yang bersedia mensukseskan 25 tahun angkatan 81 (angkatan terbanyak yang mengikuti REUNI AKBAR SMAnSA). Mereka ada yang dari Bandung, Timika, Jakarta, dan berbagai daerah lainnya.
Pada tanggal 8 November 2006 , bertempat di rumah dr. Anis Irawan Anwar, SpKK diadakan malam “Temu Kangen” angkatan 81. Malam temu kangen tersebut betul-betul istimewa, sebab inilah untuk pertama kalinya alumni 81, sejak 25 tahun meninggalkan SMAnSA mengadakan acara temu kangen. Maka tak heran jika diantara peserta ada yang baru ketemu lagi setelah 25 tahun berpisah, padahal mereka sama-sama kuliah, kerja, dan di Makassar.
Selain alumni angkatan 81, turut diundang beberapa guru yang pernah mengajar angkatan 81. Yang berkesempatan hadir pada malam ada 12 orang, diantaranya Ibu Marwah, Ibu Mieke, Ibu Munirah, dll. Guru-guru tersebut mendapat bingkisan dari mantan siswa-siswinya.
Selain itu, diberikan pula bantuan berupa empat unit AC yang telah digunakan perpustakaan SMA Negeri 1 Makassar. Acara kangen-kangenan tersebut berakhir hingga jam setengah 12 malam.
Saat Malam Resepsi Reuni Akbar SMAnSA Makassar (9/907) di Hotel Clarion
Makassar, Alumni 81 betul-betul menampakkan kebahagiaannya kepada seluruh peserta. Setelah kumpul di lobby hotel, (di mana alumni 81 yang datang dari luar Makassar semuanya nginap di Hotel Clarion) akhirnya masuk ke dalam ruang acara secara bersamaan. Semua hadirin bertepuk tangan memberi aplaus begitu melihat rombongan berseragam lengkap dengan papan nama angkatan.
Ide memakai pakaian seragam datang dari Ir. Dany Pomanto. Alasannya adalah biar tidak umum , tampil beda, sehingga kesan nostalgianya semakin lebih terasa. Meskipun demikian, dengan berpakaian dan berpenampilan seperti itu ada juga yang agak malu-malu, karena banyak diantara mereka anak-anaknya sebagai alumni atau masih sekolah di SMAnSA ikut menyaksikan aksi mereka.
Setelah acara di Clarion berakhir ternyata tidak mengakhiri kegiatan angkatan 81. Mereka melanjutkan makan-makan tengah malam di Mie Titi. Sejumlah guru sempat mereka ajak. Begitupun keesokan harinya yaitu tanggal 9, 10, dan 11 November 2006.
Kangen-kangenan terus dilajutkan. Penuh acara sepanjang hari. Mereka secara bergiliran menjadi tuan rumah, atau menunjuk siapa yang punya giliran untuk mentraktir.
Keakraban yang terjalin yang begitu erat bisa dimaklumi, sebab menurut Dra. Hj.Selviani Anis, angkatan 81 memang sangat dekat antara satu alumni dengan alumni lainnya. Mereka saling kenal nama dan akrab meskipun mereka tidak sekelas. Keakraban itu mungkin disebabkan adanya perasaan sama duka saat SMA Negeri 1 terbakar pada tahun 79. Selain itu, mungkin juga disebabkan oleh lamanya mereka sekolah di SMAnSA. Karena perubahan kurikulum, akhirnya mereka sekolah selama 3 ½ tahun.
Kebahagian angkatan 81 ternyata tidak hanya sampai di situ, beberapa alumni 81 yang terkesan dengan layanan teman-temannya di Makassar, balik mengundang angkatan 81 untuk jalan-jalan sekaligus rekreasi keluarga ke tempat mereka. Alumni 81 pun akhirnya bernostalgia di Bandung, Bogor dan Jakarta.
Semua fasilitas seperti transportasi, akomodasi, dan konsumsi di tanggung oleh tuan rumah. Dari semua hotel yang mereka tempati menginap seperti Hotel Century, Hotel kedaton, dsb, ada satu kesamaan yang dilakukan oleh alumni wanita dan membuat alumni laki-lakinya menjadi “cemburu” yaitu ngerumpi di satu kamar hingga pagi. Padahal tiap orang telah disiapkan satu kamar.
Puncak perjalanan ke Jawa sekaligus mengakhiri kegiatan 25 Tahun angkatan 81 adalah berkunjung ke Istana Wakil Presiden. Wakil Presiden H.M.Jusuf Kalla sangat senang saat mengetahui alumni SMAnSA Makassar, khususnya angkatan 81 ada di Jakarta. Sehingga beliau berkenan untuk menjamu mereka.(*)
Div.INFOKOM. IKA SMANSA (akbar Mangenre)
4 comments Mei 15, 2007
Buku Tamu
Silahkan rekan-rekan Alumni SMANSA MAkassar Menuliskan komentar, saran dan kritik yang positif, untukkemajuan komunitas alumni smansa makassar.
Di tunggu
Salam
INFOKOM Div.
Sekretariat IKA SMANSA Makassar’
Jl.A.P.Petta Rani. Komp. Ruko New Zamrud blok A-27. Makassar 90222
tlpn. 0411-4662616.
19 comments April 2, 2007
Seminar Pendidikan dan Pelantikan Pengurus IKA SMANSA
Pelantikan Kepengurusan dan Seminar Pendidikan dengan tema “SMANSA DALAM MENJAWAB TANTANGAN PENDIDIKAN MASA DEPAN”. Seminar yang menghadirkan nara sumber Prof.Dr.H.Achmad Amiruddin (mantan Rektor UNHAS dan mantan Gubenur Sulawesi Selatan), Kepala DPRD Prop.Sul-Sel Ir.H.Agus Arifin Nu’mang, Msi, Walikota Makassar Ir. Ilham Arif Siradjuddin, Kepala Sekolah SMU 1 Makassar Drs. Herman Hading, M.Pd berlangsung di gedung Aula SMU Negeri 1 Makassar. Sedangkan moderator dipimpin oleh Anas Iswanto Anwar, SE., MA (Dosen Tetap FE UNHAS, alumni SMANSA 82).
Seminar yang dihadiri oleh perwakilan Alumni dari berbagai angkatan, dihadiri pula oleh guru-guru SMU Negeri 1 Makassar, perwakilan dari OSIS beberapa SMU negeri di kota Makassar, perwakilan dari Komite Sekolah SMU Negeri 1 Makassar, dan undangan lainnya. Seminar yang berlangsung di Gedung Aula SMU Negeri 1 Makassar pada tanggal 18 Januari 2007 dimulai pukul 9.00 s/d 14.00 WITA berlangsung dengan lancar.
Dalam seminar tersebut, Prof.Dr.H.Achmad Amiruddin mengemukakan bahwa pendidikan tingkat SMU sebaiknya diarahkan sebagai bagaimana berfikir konseptual dan bagamana memecahkan masalah, tidak lagi ditekankan kemampuan menghafal. Hal penting lainnya adalah meningkatkan kemampuan menulis dan membaca siswa, kedua skill ini menjadi alat yang dapat digunakan untuk menghaluskan, mensintesis, dan merenungkan pengetahuan dibanding hanya kemampuan menghafal.
Hal senada juga dikemukakan oleh Ir.H.Agus Arifin Nu’mang, Msi, yang berbicara sebagai kapasitas seorang alumni dari SMU Negeri 1 Makassar, mengemukakan bahwa para pendidik dan orang tua harus menyadari bahwa setiap anak memiliki potensi dan kemampuan intelektual yang berbeda-beda. Bagi anak yang memiliki kemampuan rata-rata perlu dimasukkan pada pendidikan kejuruan yang akan memberikan kemungkinan kepadanya memiliki keterampilan untuk mencari nafkah. Bagi anak-anak yang memiliki kemampuan intelektual yang tinggi perlu dirangsang dan difasilitasi untuk meneruskan pendidikan di universitas baik di dalam negeri maupun luar negeri. Untuk ini bagi anak yang berasal dari keluarga yang berpenghasilan rendah diberikan bea siswa.
Setelah break untuk makan siang, acara pelantikan Kepengurusan IKA SMANSA disaksikan oleh Walikota Makassar Ir. Ilham Arif Siradjuddin. Pelantikan ini mengukuhkan kepengurusan IKA SMANSA periode 2007-2010.
5 comments Maret 26, 2007
KIR Lahir Kembali di Smansa Makassar
Ini berita mengenai Kelompok Ilmiah Remaja SMU Negeri Makassar yang di publikasikan di situs http://www.panyingkul.com
Silahkan di klik dan dibaca di situs tersebut
(dari. Andi Noer BM- alumni 96)
2 comments Maret 23, 2007
Berita duka (Telah berpulang Guru kita Abd.Jalil Tahang)
innalillahi wa inna ilaihi rajiun ……
telah berpulang ke rahmatullah …..
ayahanda tercinta, guru tecinta , pembimbing kita tersayang ….
bapak ABD. JALIL TAHANG ……
guru Biologi kita, Wakasek. Kesiswaan ….
pada hari kamis pagi tanggal 15 Maret….
di rumah sakit ibnu sina …
dan di kebumikan di tanah kelahiran almarhum, kota pinrang ….
semoga amal ibadahnya diterima disisinya ….
dan keluarga yang ditinggalkan dapat diberi ketabahan …
amin ……
(laporan dari Iwan Setiawan, alumni 1997)
6 comments Maret 23, 2007
IKA SMANSA Makassar Care (Baksos Di Takalar)
Tanggal 3 Maret 2007 kemarin, IKA SMANSA Makassar melaksanakan program kerja pertama dikepengurusan yang baru saja dibentuk dibawan divisi Pengabdian Masyarakat.
Kegiatan berupa Bakti Sosial di Kabupaten Takalar dan Seminar sehari bertemakan “Pencegahan dan deteksi dini flu burung”.
Kegiatan Seminar yang dilaksanakan di Gedung Baruga Kabupaten Takalar, Menampilkan pembicara ahli dibidang kesehatan khususnya menyangkut flu burung. Beliau adalah dr.Muh Nasrun Massi, PhD dan dr. Hj.Janet, MSi (alumni 74) dan dr.Aziz sebagai moderator. Seminar ini dihadiri oleh masyarakat Takalar, LSM, dan wakil dari Pemda Takalar serta kelompok pengajian yang ada di Takalar.
Bupati Takalar Ibrahim Rewa turut pula menghadiri seminar tersebut didampingi beberapa unsur Muspida Kab.Takalar. Selain itu ibu Apiaty Amin Syam (istri Gubenur Sulsel Amin Syam) yang selaku alumni SMANSA angkatan 70-an, Juga turut meramaikan kegiatan IKA SMANSA kali ini.
Kegiatan Bakti Sosial (baksos) kali ini beragenda kan pengobatan Gigi dan Mulut dan Sunnatan Massal. Baksos yang kali ini dikomandani oleh drg. Ayub Imandai Anwar (alumni 84) mendapat respon positif dari masyarakat Kab. Takalar. Mereka antusias berpartisipasi mengikuti kegiatan berupa perawatan dan pengobatan Gigi dan Mulut bertempat di SD Centre Kab Takalar. Masyarakat juga memperoleh konselor dari dokter-dokter gigi dari UNHAS mengenai bagaimana cara merawat kesehatan Gigi dan Mulut yang baik dan benar.
Kegiatan lainnya adalah sunatan massal yang berlokasi di RSUD. Kab.Takalar. Kegiatan sunnat massal ini di laksanakan oleh dokter-dokter dari UNHAS yang menjalani masa Coast. Ada sekitar puluhan anak kecil yang ikut berpartisipasi pada sunnatan massal kali ini.
Ir.H.Agus Arifin Nu’mang, MSi.dalam sambutannya diacara pembukaan di gedung Baruga Takalar menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan pertama dari program kerja kepengurursan IKA SMANSA periode 2007-2010. Setelah di inventasir banyak alumni SMANSA yang berprofesi sebagai dokter, sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat maka dengan semangat kekeluargaan alumni mengajak mereka untuk berpartisipasi di even kali ini.
Mengenai alasan dipilihnya Kabupaten Takalar, dikarenakan wakil Bupati dan Sekda Takalar adalah alumni smansa juga. Beliau-beliau sangat mengharapkan Takalar menjadi daerah pertama untuk kegiatan IKA SMANSA.
Kegiatan dari divisi Pengabdian Masyarakat diakhiri dengan pertandingan persahabatan Sepak Bola antara IKA Smansa dan Unsur Jajaran Pemda Takalar. Pertandingan sepak bola ini pun dimenangkan oleh tim sepak bola IKA SMANSA dengan skor 3-1.
(Info Kom. Div. 2007)
4 comments Maret 18, 2007
Kongres 1 dan Reuni IKA SMANSA
Kongres IKA SMANSA Pertama (I) Pada tanggal 9 November 2006 di Hotel Clarion Makassar. Dimana disahkannya Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) tahun 2007-2009. Lewat pemilihan yang berlangsung secara demokratis terpilih Ir. H. Agus Arifin Nu’mang, Msi (alumni 82) sebagai suara terbanyak dan sebagai Sekretaris Umum adalah Anas Iswanto Anwar, SE., MA (alumni 82). Selanjutnya tim formatur yang terdiri dari seluruh angkatan mulai dari alumni 1967-2006 kemudian akan bertugas untuk menyusun kepengurusan IKA SMANSA untuk periode 2007-2009.
Pada hari yang sama, malam harinya bertempat di Liquid Café Hotel Clarion diadakan reuni akbar seluruh angkatan. Malam pesta reuni alumni SMANSA tersebut berlangsung meriah dan heboh. Menampilkan artis dari Jakarta sebagai Master of Ceremoni (MC) Cut Memey dan Andara Early. Tampil pula Petta Puang yang mengocok perut para undangan.
Selain itu acara Reuni di meriahkan oleh paduan suara dari siswa (i) SMA Negeri 1 Makassar,
(InfoKom. Div. 2007)
1 comment Maret 18, 2007
























































